Lanjut baca artikel
Kuliner

Ayam Bakar Al Fatih di Sukadiri Tangerang Ramai Diburu Warga, Sudah Coba Sis?

Ade Maulana
649
×

Ayam Bakar Al Fatih di Sukadiri Tangerang Ramai Diburu Warga, Sudah Coba Sis?

Sebarkan artikel ini
Ayam Bakar Al Fatih di Sukadiri Tangerang Ramai Diburu Warga, Sudah Coba Sis?
Pelayan Warung Ayam Bakar Al Fatih Tengah Membakar Ayam Bakar. (Ist)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Warung ayam bakar Al Fatih di jalan raya Mauk, Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri, ramai didatangi pengunjung. Bukan tanpa alasan, bumbu rempah rahasia yang meresap hingga kedalam daging dipadu sambal goreng tegangan tinggi membuat rasanya tersebar ketelinga masyarakat.

Salah satu warga asal Kecamatan Rajeg Deby mengatakan, bahwa dirinya merupakan pelanggan baru yang sengaja datang ke warung ayam bakar Al Fatih karena penasaran dengan kelezatan ayam bakar yang di ceritakan para tetangganya tersebut.

ADVERTISING
SCROOL UNTUK LANJUT BACA

Saat datang ke lokasi, dikatakan Deby, aroma harum menyerbak dari asap pembakaran ayam sudah bisa menandakan bahwa kelezatan ayam bakar Al Fatih tidak hanya menjadi buah bibir belaka.

“Pembelinya antri banget, karena memang rasanya yang tidak kaleng-kaleng,” kata Pria yang tinggal di Perum Tanjakan Indah kepada dellik.id, Sabtu (08/04/2022).

Baca juga: Selain Air Kelapa, Minuman Ini Juga Ampuh Atasi Asam Lambung Tinggi

Selain rasanya yang lezat, tekstur lembut, ukuran ayam sangat besar seperti Hulk namun cukup bisa dinikmati dengan hanya merogoh kocek Rp60 ribu saja.

“Jumbo banget ukuranya, bumbu meresap hingga menggoyang lidah dan so pasti harganya ga bikin kantong bolong,” ujarnya sambil menunjukan kedua jempolnya.

Sementara itu, Pemilik warung ayam bakar Al Fatih Epi mengatakan, ide pertama kali membuat warung ayam bakar terbesit saat dirinya menjadi seorang suplayer ayam ke salah satu resto yang ada di Jakarta pada 2012 silam, namun saat itu, dirinya hawatir dengan banyaknya suplayer yang masuk dan berdampak pada penumpukan ayam kirimannya.

“Pernah terpikir waktu itu, kalau mengandalkan menyuplay bisa repot. Makanya mencoba membuat usaha ayam bakar,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya. Berkat kegigihan dan keyakinannya serta memiliki komitmen konsisten akan cita rasa membuat dirinya percaya kalau harga merupakan nomor kesekian dari pada rasa ayam bakar itu sendiri.

“Alhamdulillah, semakin hari semakin ada peningkatan dari 10 ekor sampai 70 ekor setiap harinya. Bahkan dihari-hari besar tertentu bisa mencapai 500 ekor ayam bakar,” jelasnya.

Epi menambahkan, disetiap sajian perekor ayam bakar memiliki takaran bumbu rempah yang sudah ditentukan, ukuran ayam dengan bobot 1,2 kilo gram, belum lagi sambal goreng diwarungnya memiliki level kepedasan yang sudah tidak dapat diubah-ubah.

“Kata pelanggan, ayam disini kaya Hulk (Besar_red), terus kalau makan sambalnya kaya habis kesetrum tegangan tinggi listrik,” pungkasnya. (Ade Maulana)

Sekedar informasi, warung ayam bakar Al Fatih yang terletak di jalan raya Mauk tepatnya di persimpangan menuju TPA Jatiwaringin, menyediakan 2 varian ayam bakar, diantaranya ayam bakar kampung dengan harga per ekor Rp80 ribu dan ayam bakar negeri yang dibanderol Rp60 ribu lengkap dengan sambal goreng dan lalapannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *