Diduga Terpeleset di Galian Area Pergudangan Pakuhaji, Bocah Usia 12 Tahun Tenggelam

Diduga Terpeleset di Galian Area Pergudangan Pakuhaji, Bocah Usia 12 Tahun Tenggelam
Camat Pakuhaji Asmawi Saat Meninjau Lokasi Galian Pergudangan Tempat Bocah Tenggelam.

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Diduga tidak bisa berenang, bocah berinisial S (12) warga Kampung Lontar, Desa Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, ditemukan tewas usai tenggelam di galian diduga milik salah satu pengembang pergudangan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Feby (40) mengatakan, bahwa bocah nahas tersebut diduga jatuh terpeleset usai bermain dengan teman-temanya di area bekas galian diduga milik pengembang pergudangan. Namun, karena tidak mampu berenang akhirnya bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itupun kemudian tenggelam kedasar air.

 

“Informasi warga, katanya lagi pada jalan loncat-loncatan deket area bekas galian kemungkinan kepeleset terus tenggelam,” kata Feby kepada wartawan, Senin (20/2/2023).

 

Lanjutnya, teman-teman korban yang saat itu melihat korban tenggelam, kemudian meminta pertolongan kepada warga untuk dilakukan pencarian. “Warga yang pertama kali denger informasi ada yang tenggelam langsung lari dan berenang nyari jasad korban,” ujarnya.

 

Usai beberapa waktu dilakukan pencarian kata Feby, jasad korban akhirnya ditemukan oleh warga di dasar galian yang diperkirakan berada dikedalaman 3 hingga 4 meter. Warga yang menyaksikan proses pencarian itu pun sontak histeris berteriak dan menangis melihat jasad korban yang ditemukan sudah tidak bernyawa.

 

“Jasadnya udah ditemukan sekitar jam 15:00 WIB namun sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh sudah membengkak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Camat Pakuhaji Asmawi mengatakan, bahwa saat mendapatkan informasi ada warganya yang tenggelam, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melihat secara langsung lokasi galian tempat bocah tenggelam tersebut. Ia pun mengatakan bahwa keamanan di lokasi tersebut sangat minim dan tidak ada batas ataupun rambu peringatan.

 

“Tadi sama kepala desa dan warga melihat ke lokasi galian, tidak ada papan peringatan di area galian, namanya anak-anak kemungkinan dia jalan aja dan terpeleset” kata Asmawi.

 

Kendati demikian, Asmawi mengaku akan melakukan komunikasi dengan pemilik galian yang berada di kawasan pergudangan serta keluarga korban atas musibah yang terjadi.

 

“Saya mau datangi keluarga korban terlebih dahulu untuk mendapatkan keterangan dan penjelasan atas musibah yang dialami anaknya itu, kemudian berkoordinasi kepada pemilik galian dan agar memasang rambu-rambu peringatan ataupun memberi pengamanan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

(Prd/Ade Maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *