Lanjut baca artikel
Pendidikan

Dindik Kabupaten Tangerang Ingatkan Kepsek Tidak Rekrut Honorer Lagi

admin dellik
149
×

Dindik Kabupaten Tangerang Ingatkan Kepsek Tidak Rekrut Honorer Lagi

Sebarkan artikel ini
Dindik Kabupaten Tangerang Ingatkan Kepsek Tidak Rekrut Honorer Lagi
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. (Istimewa)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mengingatkan kepada para kepala sekolah untuk tidak merekrut guru honorer selama tahun 2023. Hal tersebut disampaikan lantaran saat ini pihaknya tengah fokus melakukan proses verifikasi.

 

 

“Kita ingin guru honorer yang sudah ada ini bisa semuanya kita naikan lagi dan terverifikasi agar bisa mendapatkan sertifikat di tahun berikutnya. Dan angkanya bisa tepat jika tahun ini tidak ada penambahan lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Dadan Gandana kepada para kepala sekolah saat memberikan sambutan pada acara Hari Pendidikan Nasional 2023 di GSG Kabupaten Tangerang, Selasa 2 Mei 2023 kemarin.

 

 

Dadan pun meminta, agar seluruh kepala sekolah juga melakukan kewajibannya dan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Bahkan menurutnya, untuk kepala sekolah yang sudah diberi teguran sampai 3 kali akan ada sanksi yang diberikan oleh dinas pendidikan.

 

 

“Setiap ada kepala sekolah yang tidak tertib kita beri surat teguran 1,2,3. Jika masih tidak tertib maka sanksi kita akan laksanakan karena dampaknya dapat menghambat seluruh pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

 

 

Baca Juga: Bupati Tangerang Minta Maaf Ke Guru Honorer: Minggu Ini Honor Cair

 

 

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMPD itu juga berharap, untuk kedepannya setiap sekolah bisa tertib administrasi dan lebih teliti lagi terhadap sarana dan prasarana agar seluruh program berjalan dengan lancar.

 

 

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyusun rancangan perbub untuk pengelolaan keuangan sekolah secara non tunai agar tidak terjadi permasalahan terus menerus seperti salah pencatatan dan hilang dokumentasi yang akhirnya memperlambat sistem. Serta pelaksanaan Sekolah Hybrid sebagai bagian dari pelaksanaan Program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).

(Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *