Kantor PLN UP3 Teluknaga Tangerang Digeruduk Massa, Tuntut Manager Mundur

Kantor PLN UP3 Teluknaga Tangerang Digeruduk Masa, Tuntut Manager Mundur
Sejumlah Masa Melakukan Aksi Demonstrasi di PLN UP3 Teluknaga, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. (FA AMPUH untuk Dellik.id)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Sejumlah massa yang tergabung kedalam Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (FA AMPUH) menggeruduk kantor PLN Unit Pelayanan 3 Teluknaga, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Dalam aksinya, para peserta aksi yang lebih kurang berjumlah 15 orang tersebut membawa spanduk bertuliskan “Tuntut Mundur Manager PLN UP3 TLG Gagal Jalankan Amanah” dan jauh dari konsep BerAKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).

Bacaan Lainnya

Ketua FA AMPUH Catur Winata mengatakan, bahwa pihak PLN UP3 Teluknaga dianggap gagal menjalankan amanah dalam jabatanya, bahkan dengan ketidak tegasanya terhadap kinerja kemitraannya dibidang P2TL kerap menimbulkan kerugian.

“Yah benar Kang (Catur menyebut wartawan_red) hari ini kita meminta Manager PLN UP2 Teluknaga untuk mundur dari jabatanya, beliau tidak amanah,” kata Catur saat dihubungi dellik.id melalui telepon, Selasa (12/04/2022).

Baca juga: Diduga Curi Listrik, Developer Komplek Mutiara Garuda Diperiksa Polsek Teluknaga

Lanjut Catur, banyaknya dugaan kerugian materi masyarakat yang ditimbulkan akibat oknum petugas P2TL yang bermodus menawarkan jasa penambahan daya dan perbaikan meteran listrik/KWH. Kemudian dikatakanya, tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban para oknum, belum lagi tragedi kebakaran 45 kios di Komplek Mutiara Garuda yang diduga disebabkan korsleting listrik ilegal.

“Keluhan masyarakat Kecamatan Pakuhaji dan Sepatan Timur yang menyampaikan kepada kami (FA AMPUH) yang merasa ditipu hingga mengalami kerugian hingga puluhan juta,” ujar pria yang tidak asing tersorot lensa kamera wartawan tersebut.

Catur menambahkan, sebelumnya, pihaknya pernah menyampaikan secara persuasif kepada pihak PLN UP3 Teluknaga, namun keluhan masyarakat yang disampaikan tidak pernah mendapatkan tindakan bahkan luput dari pengawasan oleh orang yang memiliki amanah di perusahaan Badan Usaha Milik Negara tersebut.

“Saya menduga ada main mata antara pihak P2TL dan Manager PLN, jika tidak ada sesuatu tidak mungkin hal ini dibiarkan terjadi,” ungkapnya.

Sementara dellik.id mencoba menghubungi bagian komunikasi PLN Banten Jimmy, namun yang bersangkutan belum menjawab pesan WhatsApp yang dikirim. (Ade Maulana)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *