Lanjut baca artikel
Berita

Kemensos RI Kunjungi Anak Korban Pembunuhan Asal Sukadiri Tangerang

Ade Maulana
208
×

Kemensos RI Kunjungi Anak Korban Pembunuhan Asal Sukadiri Tangerang

Sebarkan artikel ini
Kemensos RI Kunjungi Anak Korban Pembunuhan Asal Sukadiri Tangerang
Kemensos RI Kunjungi Bayi Anak Korban Pembunuhan Dirumah Calon Orang Tua Angkat. (Istimewa)

KKABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengunjungi anak yang ibunya menjadi korban pembunuhan Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Minggu (7/08/2022).

 

Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Sentra “Galih Pakuan” Yoyok Dwi Hertanto mengatakan, bahwa kunjungannya ke tempat anak yang ibunya menjadi korban pembunuhan oleh ayah kandungnya sendiri dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah di Tanara Serang pada Jumat 29 Juli 2022 lalu, merupakan upaya Kemensos dalam melakukan penggalian informasi terhadap keberadaan anak-anak korban, baik kondisi kesehatan anak, pengasuh, kesejahteraan maupun jaminan pendidikannya.

 

“Kita lakukan asesmen terhadap COTA dan CAA (Calon orang tua angkat dan calon anak angkat_red),” kata Yoyok kepada dellik.id usai mengunjungi kediaman pihak keluarga, Minggu (7/08/2022).

 

Baca Juga: Terduga Pelaku Pembuang Mayat Dalam Karung di Tanara Serang Ditangkap Polisi di Mauk

 

Yoyok mengungkapkan, saat ini diketahui keberadaan anak pertama korban yang berusia 5 tahun sudah berada di Balai Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Banten dan dalam penanganan trauma healing yang dilakukan oleh psikolog dan pekerja sosial. Sedangkan, anak kedua korban yang masih berusia 40 hari sudah diasuh dan dirawat oleh keluarga korban.

 

“Alhamdulillah anak-anak korban dalam keadaan baik dan sehat sudah dalam perawatan,” ujarnya.

 

Baca Juga: Ini Motif Suami Bunuh Istri dan Membuangnya Dalam Karung di Tempat Sampah

 

Selain itu, Kementerian Sosial pun melakukan intervensi dalam pemenuhan kebutuhan dasar terhadap keluarga korban maupun keluarga suami korban, baik kebutuhan sembako, Modal usaha, BPJS Kesehatan, Pendidikan, bahkan membantu pendataan untuk dimasukan kedalam Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS) agar dapat menerima bantuan-bantuan sosial lain kedepannya.

 

“Keluarga dari korban dan suami (Pelaku_red) turut mendapatkan intervensi dalam pemenuhan kebutuhan dasar mengingat keduanya berhak menerima manfaat bantuan sosial,” ungkapnya. (Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *