Lanjut baca artikel
Pendidikan

Kepala Sekolah SMA Hiro Teluknaga Tangerang Bantah Lakukan Penganiayaan Terhadap Siswa

Ade Maulana
502
×

Kepala Sekolah SMA Hiro Teluknaga Tangerang Bantah Lakukan Penganiayaan Terhadap Siswa

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMA Hiro Teluknaga Tangerang Bantah Lakukan Penganiayaan Terhadap Siswa
Gedung Sekolah SMA Hidayaturrohman (SMA Hiro) Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. (Istimewa)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Kepala Sekolah SMA Hidayaturrohman (SMA Hiro) ZMR membantah telah melakukan penganiayaan terhadap IJ (16) siswa kelas XII. Rabu (1/2/2023)

“Saya tidak memukul apalagi menganiaya, saya hanya menyentuh pipi siswa tersebut agar ia sadar bahwa saya sedang mengajarkan tata cara meletakan kitab-kitab dengan baik dan rapih. Karena saat saya berikan arahan, siswa tersebut pergi begitu saja tanpa menghiraukan perkataan yang sedang saya ucapkan,” kata Kepala SMA Hiro, ZMR kepada dellik.id melalui telepon selularnya. Rabu (1/2/2023)

Selain itu, ZMR menambahkan pihaknya tidak melakukan pemukulan seperti yang diceritakan siswa kepada orang tuanya. “Saya hanya mengayunkan sorban dari atas ke arah pundak bagian belakang siswa, dan itu pun tidak dengan emosional,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, sangat tidak menyangka jika cara yang ia lakukan untuk mengajarkan sesuatu yang baik kepada siswa berujung permasalahan. Apalagi menurutnya, cara yang ia ajarkan kepada siswa adalah cara dimana sikap seorang muslim menempatkan kitab suci pada tempat dan posisi yang terbaik bukan malah terbalik.

Baca Juga: Siswa SMA Hiro Teluknaga Tangerang Diduga Dianiaya Oleh Kepala Sekolah

Diberitakan sebelumnya, Seorang siswa kelas XII SMA Hidayaturrohman Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang diduga dianiaya oleh kepala sekolah. Selasa (31/1/2023).

Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap I (16) terjadi di dalam lingkungan sekolah, saat itu para siswa-siswi baru saja selesai melaksanakan ibadah sholat dhuha.

Orang tua siswa, Nurjen (50) membenarkan, bahwa anaknya diduga dianiaya oleh kepala sekolah SMA Hidayaturrohman berinisial ZMR. Nurjen mengatakan, peristiwa itu bermula saat anaknya yang diperintahkan oleh kepala sekolahnya itu untuk menyusun kitab-kitab disebuah rak. Namun karena diduga tidak rapih dan terbalik, kepala sekolah tersebut kemudian diduga memukul kepala anaknya tersebut.

“Benar anak saya mengaku dikeplak kepalanya sama kepala sekolah pakai tangan. Dan pakai sorban berkali-kali,” kata Nurjen saat dikonfirmasi dellik.id via telepon, Selasa (31/1/2023).

(Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *