Lanjut baca artikel
Religi

Mengenang 100 Hari Wafatnya Orang Tua, Nuryadi Lakukan Hal Ini Sebagai Bukti Bakti

admin dellik
278
×

Mengenang 100 Hari Wafatnya Orang Tua, Nuryadi Lakukan Hal Ini Sebagai Bukti Bakti

Sebarkan artikel ini
Mengenang 100 Hari Wafatnya Orang Tua, Nuryadi Lakukan Hal Ini Sebagai Bukti Bakti
Nuryadi Saat Berziarah Ke Makam Orang Tuanya Sebelum Melaksanakan Tahlil di Kediamannya. (Istimewa)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Sebagai seorang muslim doa adalah senjata yang paling mujarab dilakukan sebagai permohonan kepada sang khaliq. Untuk berbakti kepada orang tua mesipun sudah tiada, pada kondisi itu seorang anak harus tetap berusaha mempersembahkan sesuatu kepada orang tua sebagai bentuk penganugerahan dan pengagungan kepada orang tuanya.

 

Sebagai wujud bukti baktinya kepada ayah tercinta, Jurnalis dellik.id Nuryadi akan mengenang 100 hari meninggalnya ayah tercinta dengan mempersembahkan doa dan tahlil bersama keluarga dan para alim ulama dikediaman orang tuanya di Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Selasa (8/11/2022).

 

Dalam riwayat Abu Dawud dari Malik Bin Rabi’ah As-Saidi R.A. Ketika kami duduk bersama rosulullah datanglah seseorang dari kabilah Bani Salamah dan bertanya, “Wahai rosulullah, apakah ada bakti yang tersisa untuk kedua orang tua ku yang dapat aku lakukan setelah meninggal?”

 

Beliau menjawab, “Yah! mendoakan mereka, menunaikan janji, menyambung tali silaturahmi yang pernah mereka lakukan dan memuliakan teman mereka.”

 

Selain itu, berdoa dan memohon ampun untuk orang tua.

Dari Abu Huraira RA Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mengangkat derajat bagi seorang hamba yang saleh di surga. Dia bertanya,” Tuhanku, dari mana ini? “Allah menjawab,” permohonan ampunan anakmu untukmu.”

 

Baca Juga: Kajian Fiqh Kitab Nihayatuz Zain Halaman 192 Ponpes Jawahirul Alfiyah

 

Kemudian, Riwayat Bukhari Muslim, An Nasa’i dan Abu Daud dari Abdullah bin Abbas RA:

Bahwasanya Sa’ad bin Ubadah bertanya kepada Nabi SAW “Ibuku meninggal dunia. Apakah akan bermanfaat baginya apabila aku bersedekah atas namanya?”

 

Beliau menjawab, “Yah.” Dia berkata, “aku memiliki sebidang kebun. Aku mempersaksikan mu bahwa aku menyedekahkannya atas nama ibuku.”

 

Dalam kesempatan ini, pihaknya meminta kepada saudara-saudara muslim, kerabat, keluarga dan rekan-rekan satu profesi untuk ikhlas mengirimkan doa dan fatiha terkhusus kepada Almarhum Almaghfurllah ayahanda Misnan Bin Marta semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan menerima amal ibadah dan menempatkannya dalam surga (Aamiin).

(tim dellik.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *