Lanjut baca artikel
Berita

Pedagang Pasar Tradisional Mauk Mulai Ditata, Camat: Agar Tidak Ada Bangli

admin dellik
280
×

Pedagang Pasar Tradisional Mauk Mulai Ditata, Camat: Agar Tidak Ada Bangli

Sebarkan artikel ini
Pedagang Pasar Tradisional Mauk Mulai Ditata, Camat: Agar Tidak Ada Bangli
Sosialisasi Pedagang Pasar Tradisional Mauk. (Istimewa)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Dalam upaya menciptakan suasana pasar yang rapih, bersih dan bebas dari bangli, Pengelola pasar tradisional Mauk berikan sosialisasi penataan kepada para pedagang, Selasa (11/10/2022).

 

ADVERTISING
SCROOL UNTUK LANJUT BACA

 

Kepala Pasar Tradisional Mauk, Zainudin mengatakan, bahwa dalam melakukan upaya menciptakan lingkungan dan suasana pasar yang sejalan dengan cita-cita bersama agar terwujud pasar tradisional Mauk yang rapih, bersih dan terbebas dari bangunan-bagunan liar, pihaknya melakukan sosialisasi kepada para pedagang tentang rencana penataan pasar dalam waktu dekat.

 

 

“Agar tidak terlihat kumuh dalam waktu dekat pasar tradisional Mauk akan mulai ditata, untuk itu pentingnya para pedagang diberikan sosialiasi terlebih dahulu,” kata Zainudin kepada dellik.id usai melakukan sosialisasi, Selasa (11/10/2022).

 

 

Zainudin menambahkan, bahwa untuk memperindah suasana pasar dari luar dan dari dalam, bangunan-bangunan liar yang digunakan para pedagang akan dilakukan pembongkaran. Hal tersebut dilakukan dengan melalui kesepakatan dengan para pedagang yang menempati bangunan-bangunan tersebut.

 

 

“Alhamdulillah para pedagang sepakat untuk ditata dan bersedia bagunan liarnya dirapihkan demi terwujudnya pasar yang rapih dan bersih,” ujarnya.

 

Baca Juga: Bupati Tangerang: Konsep Penataan di Ketapang Aquaculture Bisa Menjadi Pilot Project

Sementara, Camat Mauk Arif Rahman Hakim membenarkan adanya rapat musyawarah tersebut, hal itu sebagai salah satu rangkaian yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Mauk untuk menyambut Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (Pamsea) yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2022 mendatang di kawasan mangrove Desa Ketapang.

 

 

“Semuanya (Jalan, Pasar, Irigasi) harus terlihat rapih dan bersih, makanya dilakukan penataan diberbagai sektor,” ungkap Arif.

 

 

Dirinyapun berharap, masyarakat Kecamatan Mauk harus menjadi pelopor dalam kemajuan wilayah dengan bersama bergotong royong menjadikan Kecamatan Mauk bersih dan rapih dan menjaganya.

 

 

“Yuk sama-sama kita majukan wilayah Kecamatan Mauk, jaga kebersihan dan menjadi pelopor kebersihan,” pungkasnya.

(Nuryadi/Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *