Lanjut baca artikel
Kriminal

Pelaku Penyalahgunaan Gas LPG Bersubsidi di Teluknaga Tangerang Ditangkap Polisi

Ade Maulana
139
×

Pelaku Penyalahgunaan Gas LPG Bersubsidi di Teluknaga Tangerang Ditangkap Polisi

Sebarkan artikel ini
Pelaku Penyalahgunaan Gas LPG Bersubsidi di Teluknaga Tangerang Ditangkap Polisi
Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho (Berseragam Polri) Saat Menunjukan Barang Bukti Penyalahgunaan Gas LPG Subsidi Pemerintah.

KABUPATEN TANGERANG, Dellik.id – Polisi Resor (Polres) Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap penyalahgunaan Bahan Bakar Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) 3 kilo gram yang di suntikan kedalam tabung gas ukuran 12 kilo gram di sebuah rumah di Gang Pelor, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Rabu (23/11/2022).

 

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas pengangkutan Gas LPG yang berada di sebuah rumah. Berbekal informasi itu, unit Krimsus Satreskrim melakukan penyelidikan dan menemukan aktivitas penyalahgunaan gas LPG 3 kilo gram subsidi pemerintah yang dipindahkan kedalam gas LPG non subsidi berukuran 12 kilo gram.

 

“Jadi, pelaku melakukan perniagaan Gas LPG 3 kilo gram dan Gas bersubsidi tersebut kemudian disuntikan oleh pelaku kedalam gas berukuran 12 kilo gram untuk dijual kepada pelanggannya,” kata KBP Zain Dwi Nugroho kepada wartawan dilokasi rumah yang dijadikan tempat perniagaan, Rabu (23/11/2022).

 

Baca Juga: Stop Proyek Jembatan Dadap dan Minta Japrem, 3 Oknum Ormas Ditangkap Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota

 

Diungkapkan Zain, dalam pengungkapan tersebut, pihaknya mengamankan pelaku sebanyak 5 orang diantaranya K, MY, H, MT dan HM. Adapun peran dari K sebagai sopir pengantar jemput Gas LPG, MY dan H berperan sebagai penyuntik, MT sebagai buruh pengangkut tabung dari mobil kedalam tempat penyuntikan dan HM sebagai suplayer Gas LPG 3 kilo gram dan sekaligus penampung Gas LPG 12 kilo gram hasil pemindahan dari gas bersubsidi.

 

“Ada lima orang yang kita amankan dan proses penyuntikan (pemindahan isi gas) ini tergolong nekat dan sangat membahayakan hanya berbekal pengetahuan dari tutorial di youtube dan otodidak,” ujarnya.

 

Kepada penyidik, pelaku mengaku dalam seminggu melakukan 2 hingga 4 kali penyuntikan Gas LPG subsidi dengan jumlah 100 unit setiap pemindahan. Kemudian, setiap tabung Gas LPG 3 kilo gram yang berhasil dipindahkan kedalam tabung Gas LPG 12 Kilo gram dihargai dengan harga Rp50 ribu setiap tabungnya oleh HM yang merupakan otak pelaku dari tindak pidana penyalahgunaan gas bersubsidi pemerintah tersebut.

 

“Tindak pidana ini sudah berlangsung selama 4 bulan dan pelaku berhasil memindahkan empat ribu Gas LPG subsidi kedalam tabung Gas non subsidi,” ungkapnya.

 

Atas perbuatannya, para pelaku diduga melanggar pasal 40 ayat 9 Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas Pasal 55 Undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan atau Pasal 62 junto Pasal 8 Ayat 1 hurup b dan c Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 

“Para pelaku yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka terancam kurungan 6 tahun penjara. Kasus ini masih terus kita kembangkan untuk dapat mengungkap hingga tuntas,” pungkasnya. (Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *