Lanjut baca artikel
Berita

Peran Pemuda Dalam Kebijakan Jokowi-Ma’ruf Amin, Gibe: Pemuda Adalah Fitrah

Nuryadi
152
×

Peran Pemuda Dalam Kebijakan Jokowi-Ma’ruf Amin, Gibe: Pemuda Adalah Fitrah

Sebarkan artikel ini
Peran Pemuda Dalam Kebijakan Jokowi-Ma'ruf Amin, Gibe: Pemuda Adalah Fitrah
Diskusi Publik BEM UMT Dalam Acara Hari Sumpah Pemuda ke-92.

KOTA TANGERANG, DELLIK.ID – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang menggelar diskusi publik di Aula kampus, Kamis (20/10/2020).

 

ADVERTISING
SCROOL UNTUK LANJUT BACA

 

Diskusi publik dalam hari sumpah pemuda tersebut mengusung tema “Peran Anak Muda dalam mengawal Pemerintahan Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin” dengan pemateri Abdul Kadir selaku Wakil Ketua Dekan, Jordi selaku Sekretaris Putra Bangsa Menggugat (PBM) dan terakhir adalah Tokoh muda Kota Tangerang Muhammad Arief.

 

 

Menurut Muhammad Arief Pemuda hari ini harus terlibat dalam setiap kebijakan-kebijakan pemerintah dan pemuda juga harus mampu mengkritisi pemerintah atas kebijakan kebijakan yang tidak pro rakyat.

 

 

Dalam era globalisasi ini, menurut pria yang kerap disapa Gibe, pemuda dan mahasiswa sudah mulai apatis terhadap kebijakan kebijakan pemerintah.

 

Baca Juga: Tunjuk Pj Gubernur Jakarta, Jokowi Harus Paham Keinginan Warga

 

“Sejatinya pemuda adalah fitrah dan pemuda adalah pelaku sejarah. Artinya, sangat disayangkan jika pemuda dengan segala peristiwa-peristiwa yang terjadi di negeri ini tidak peduli, apatis dan sebagainya,” tuturnya.

 

 

“Terkhusus bagi kaum akademisi, harusnya mampu terlibat dalam hal apapun, misalnya mengkaji Undang-Undang dan Peraturan Daerah di daerahnya sebagai bentuk naskah akademik. Sehingga, peran pemuda dalam hal ini adalah mahasiswa dapat terlibat aktif pada kebijakan-kebijakan pemerintah yang telah atau sebelum kebijakan-kebijakan tersebut itu dilakukan,” tambahnya.

 

 

Gibe juga menjelaskan, kebijakan pemerintah di era Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah maksimal terhadap pro rakyat.

 

 

“Oleh karena itu, terus kawal kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro rakyat dan harus siap mengkritisi kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat,” pungkasnya.

(Nuryadi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *