Lanjut baca artikel
Berita

Petani SmartFarm Gagal Pasarkan Hasil Pertanian di Hari Jadi ke-17 Kecamatan Sepatan Timur, Ini Penyebabnya

admin dellik
77
×

Petani SmartFarm Gagal Pasarkan Hasil Pertanian di Hari Jadi ke-17 Kecamatan Sepatan Timur, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Petani SmartFarm Gagal Pasarkan Hasil Pertanian di Hari Jadi ke-17 Kecamatan Sepatan Timur, Ini Penyebabnya
Stand Bazar UMKM pada Perayaan Hari Jadi Kecamatan Sepatan Timur ke-17 Tahun. (Foto: Ade Maulana/dellik.id).

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID Peringatan Hari Jadi ke-17 tahun Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang semestinya menjadi suatu acara yang dapat membanggakan bagi seluruh masyarakat yang berada di wilayah tersebut, Selasa (28/11/2023).

 

Namun, keadaan tersebut justru menimbulkan ketimpangan bagi petani yang tidak diberikan kesempatan untuk memasarkan hasil pertaniannya di acara hari jadi ke-17 Kecamatan Sepatan Timur pada stand bazar UMKM yang sudah disediakan.

 

Salah satu petani SmartFarm asal Desa Gempol Sari, Muhamad mengatakan, dirinya merasa kecewa sebagai petani yang tidak diberikan kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil pertanian kelompok binaannya. Padahal, momentum hari jadi kecamatan yang ia banggakan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memamerkan hasil pertanian para petani yang ada.

 

“Kecewa sekali, padahal ini salah satu momen penting bagi Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur untuk memperkenalkan produk-produk UMKM yang ada di wilayahnya, salah satunya yaitu produk dari petani yang sampai saat ini masih tumbuh dan terus dipertahankan keberadaanya,” kata pria asal Kampung Malang, Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, yang akrab disapa Obo kepada dellik.id, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga: Keren, Obo Petani Millenial Asal Sepatan Timur Raih Prestasi Tingkat Nasional

 

Petani asal Kecamatan Sepatan Timur yang pernah meraih penghargaargaan dikancah nasional dari Menteri Pertanian Republik Indonesia itu menduga, keadaan itu terjadi lantaran dirinya tidak memberikan sewa bazar UMKM sebesar Rp300 ribu yang diminta oleh oknum pegawai kecamatan.

 

“Padahal, Camat (Pak Miftah) sudah menyampaikan ke saya kalau sudah menyiapkan lima stand UMKM gratis untuk produk pertanian,” ujarnya.

 

Menurut Obo, dirinya sebagai petani saat ini mengaku tengah fokus membantu pemerintah terhadap penanganan inflasi. Bahkan dirinya berkomunikasi dengan seluruh petani yang berada di seluruh Indonesia untuk menstabilkan pasokan hasil pertanian sebagai salah satu cara yang dilakukan oleh petani untuk menekan inflasi itu sendiri.

 

“Harga cabai saat ini meroket dan upaya kita petani di Kabupaten Tangerang saat ini semaksimal mungkin membuat ketersediaan cabai di pasar stabil,” paparnya.

 

Terpisah, salah satu pedagang di bazar UMKM hari jadi Kecamatan Sepatan Timur, Kiki mengungkapkan, dirinya mengaku harus mengeluarkan uang sebesar Rp300 ribu agar bisa berjualan selama 2 hari di acara tersebut.

 

“Bayar sewa tiga ratus ribu tadi ke pengelola. Belum ketahuan sih rame engga jualannya baru hari ini sih,” ungkap Kiki.

 

Sementara itu, Camat Sepatan Timur melalui Sekretatis Camat, Imas Masitoh mengatakan, bahwa pihaknya telah memfasilitasi stand gratis untuk para pelaku UMKM yang ada di wilayah Sepatan Timur meskipun memang masih terbatas.

 

“Untuk stand bazar UMKM gratis, ada pengelolanya coba tanya ke koordinatornya,” kata Sekcam Sepatan Timur, Imas Masitoh.

 

Sekedar informasi, pada tanggal 28 hingga 29 oktober 2021 lalu Kementerian Pertanian pernah menyelenggarakan pelatihan pertanian bagi Camat seluruh Indonesia untuk mendukung ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani dengan pesan penting kepada Camat “Hadirkan pemerintahan yang baik dan kuat untuk bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat”.

(Nuryadi/Ade Maulana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *