Lanjut baca artikel
Pendidikan

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di SMAN 8 Kabupaten Tangerang 

Ade Maulana
248
×

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di SMAN 8 Kabupaten Tangerang 

Sebarkan artikel ini
Polisi Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di SMAN 8 Kabupaten Tangerang 
Camat Cisoka, Sumartono (depan) Saat Memberikan Imabuan kepada siswa-siswi Didampingi Kapolsek Cisoka, Akp Eldi (seragam polri) di SMAN 8 Kabupaten Tangerang. (Poto: Humas Polresta Tangerang)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID Aparat Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten bergerak cepat menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di SMAN 8 Kabupaten Tangerang. Pelecehan terhadap beberapa siswi tersebut diduga dilakukan oleh oknum guru.

 

ADVERTISING
SCROOL UNTUK LANJUT BACA

Kapolsek Cisoka bersama Camat Cisoka Sumartono mendatangi sekolah untuk melakukan upaya persuasif kepada para siswa yang sebelumnya sempat melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar dugaan kasus itu diselidiki, Jumat (24/11/2023).

 

“Kedatangan kami juga untuk memastikan tidak terjadi gesekan saat spanduk unjuk rasa yang diduga dipasang oleh beberapa siswa atau alumni hendak diturunkan pihak sekolah,” ucap Eldi.

Baca Juga: Cabuli 7 Orang Muridnya, Oknum Guru di Karawaci Tangerang Diringkus Polisi

 

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, kata Eldi, telah dilakukan proses secara internal yakni memproses dugaan kasus itu ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kabupaten Tangerang. Proses itu pun, ucap Eldi, yang masih berdasarkan keterangan pihak sekolah, ditembuskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

 

“Apabila ditemukan adanya unsur pidana, pihak sekolah mendorong orang tua korban agar membuat laporan ke polisi,” terang Eldi menjelaskan keterangan dari pihak sekolah.

 

Eldi bersama Camat Cisoka juga memberikan imbauan kepada para siswa dan alumni untuk tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum. Kata Eldi, dugaan kasus pelecehan seksual itu sedang dalam penyelidikan polisi, sehingga diminta kepada siswa dan alumni untuk menahan diri.

 

“Kami juga memberikan imbauan agar tidak melakukan kegaduhan di lingkungan sekolah serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” terangnya.

 

Eldi menerangkan, langkah persuasif itu diambil semata-mata untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan sekolah. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tetap dilaksanakan.

 

“Kami juga memastikan, apabila ditemukan unsur perbuatan pidana, pasti akan diproses hukum,” pungkasnya. (*/Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *