Lanjut baca artikel
Berita

Sistem Pertanian Terpadu Akan Diterapkan di Kabupaten Tangerang

admin dellik
183
×

Sistem Pertanian Terpadu Akan Diterapkan di Kabupaten Tangerang

Sebarkan artikel ini
Sistem Pertanian Terpadu Akan Diterapkan di Kabupaten Tangerang
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Asep Jatnika.

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang akan mengusulkan penerapan Integrated Farming System (Sistem Pertanian Terpadu) di 29 kecamatan dan 274 desa/kelurahan di Kabupaten Tangerang. Rencana ini diharapkan menjadi konsep pengembangan pertanian di Kabupaten Tangerang.

 

ADVERTISING
SCROOL UNTUK LANJUT BACA

 

Konsep ini dipaparkan oleh Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno di hadapan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kemajuan Kegiatan Tahun 2022 serta Rencana Kerja Tahun 2023.

 

 

“Rencana ke depan, program Integrated Farming akan diusulkan dalam RPJMD 2023-2028, dengan target yang menyasar di 29 kecamatan dan 274 desa/kelurahan di Kabupaten Tangerang,” kata Asep Jatnika.

 

 

Ia menjelaskan, konsep Integerated Farming ini merupakan upaya Pemerintah untuk memanfaatkan keterkaitan antara tanaman pangan, hortikultura, serta hewan ternak dan perikanan, untuk mencapai keberlanjutan agro ekosistem.

 

Baca Juga: Keren, Obo Petani Millenial Asal Sepatan Timur Raih Prestasi Tingkat Nasional

Yang dimana dapat mendorong produksi hasil pertanian (stabilitas habitat), peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam khususnya di Kabupaten Tangerang.

 

 

“DPKP saat ini sedang mulai mengembangkan sebuah konsep pertanian Integrated Farming System, pada tahun ini (2022) akan kami laksanakan di 4 lokasi UPTD Lingkup DPKP, 8 BPP serta 29 kelompok tani. Sehingga, kedepan dengan penerapan konsep ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor pertanian,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, untuk rancangan kegiatan kedepan, DPKP Kabupaten Tangerang juga sudah menyusun 10 program yang nantinya akan dijalankan. Yakni menyediakan lahan Integrated Farming, melakukan pengembangan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), melakukan pengelolaan Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro), mengembangkan Teknologi Tepat Guna Pupuk Organik, melakukan pengembangan Mina Padi, melakukan pemberdayaan Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM), memberikan perlindungan kepada petani melalui BPJS Ketenagakerjaan, melakukan pendataan peternakan, melakukan penanggulangan penyakit hewan dan membangun Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet).

 

 

“Semoga lewat 10 program ini dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan juga peternak yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang,” ungkapnya. (Nuryadi/Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *