Lanjut baca artikel
Pendidikan

Siswa SMA Hiro Teluknaga Tangerang Diduga Dianiaya Oleh Kepala Sekolah

Ade Maulana
640
×

Siswa SMA Hiro Teluknaga Tangerang Diduga Dianiaya Oleh Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini
Siswa SMA Hiro Teluknaga Tangerang Diduga Dianiaya Oleh Kepala Sekolah
Ilustrasi Penganiayaan. (Int)

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Seorang siswa kelas XII SMA Hidayaturrohman (Hiro) Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang diduga dianiaya oleh kepala sekolah. Selasa (31/1/2023).

 

 

Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap IJ (16) terjadi di dalam lingkungan sekolah, saat itu para siswa-siswi baru saja selesai melaksanakan ibadah sholat dhuha.

 

 

Orang tua siswa, Nurjen (50) membenarkan, bahwa anaknya diduga dianiaya oleh kepala sekolah SMA Hidayaturrohman (SMA Hiro) berinisial ZMR. Nurjen mengatakan, peristiwa itu bermula saat anaknya yang diperintahkan oleh kepala sekolahnya itu untuk menyusun kitab-kitab disebuah rak. Namun karena diduga tidak rapih dan terbalik, kepala sekolah tersebut kemudian diduga memukul kepala anaknya tersebut.

 

 

“Benar anak saya mengaku dikeplak kepalanya sama Pak Aceng pakai tangan. Dan pakai sorban berkali-kali,” kata Nurjen saat dikonfirmasi dellik.id via telepon, Selasa (31/1/2023).

 

Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Pelajar SMP di Teluknaga Diringkus Polisi

 

Saat itu, dirinya yang mengaku mendapatkan informasi dugaan penganiayaan yang dialami putranya tersebut, langsung mendatangi sekolah untuk mendapatkan kronologis yang sebenar-benarnya. Namun upaya untuk bertemu dengan kepala sekolah pun tidak membuahkan hasil.

 

 

“Kepala sekolahnya engga ada, tadi wakil kepseknya yang datang kerumah mengaku minta maaf atas kejadian itu. Tapi kenapa engga kepseknya saja yang datang! kan lebih bagus,” ujarnya.

 

 

Atas sikap tersebut, pihaknya mengaku sangat menyayangkan lantaran kepala sekolah yang dinilai memiliki pendidikan dan wawasan yang lebih tinggi itu tidak secara langsung datang dan meminta maaf.

 

 

“Anak saya psikologisnya keganggu dan tidak mau kembali bersekolah di tempat itu. Saya masih menunggu informasi dari kepala desa terkait langkah yang saya akan ambil selanjutnya,” ungkapnya.

 

 

Dihubungi terpisah melalui telepon selularnya, kepala sekolah SMA Hidayaturrohman ZMR tidak dapat dihubungi. Hingga berita ini diterbitkan, dellik.id masih berupaya menghubungi pihak sekolah. (Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *