Lanjut baca artikel
Kesehatan

Tiga Bulan Menjabat Dirut RSUD Pakuhaji, ini Aksi Perubahan dr Umie Kulsum

Ade Maulana
118
×

Tiga Bulan Menjabat Dirut RSUD Pakuhaji, ini Aksi Perubahan dr Umie Kulsum

Sebarkan artikel ini
Tiga Bulan Menjabat Dirut RSUD Pakuhaji, ini Aksi Perubahan dr Umie Kulsum
Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono Saat Memberikan Jabat Tangan Sebagai Ucapan Selamat HUT ke-6 RSUD Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Pengalaman dan keterampilan yang dimiliki dr Umie Kulsum terus dikembangkan dan diterapkan di RSUD Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Hal itu dilakukan guna memajukan rumah sakit kebanggaan masyarakat Tangerang Utara.

 

Direktur RSUD Pakuhaji dr Umie Kulsum mengungkapkan, bahwa saat ini jumlah ketersediaan sarana Bed di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) bertambah dari jumlah awal 5 saat ini menjadi 14 Bed pasien umum, 4 Bed untuk pasien isolasi Covid-19 dan 2 Bed untuk pasien IGD Maternal.

 

“IGD kita perluas dan Bed nya kita tambah agar bisa menampung pasien dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga maksimal dalam memberikan pelayanan tindakan awal kepada pasien nantinya,” kata dr Umie Kulsum saat secara exclusif diwawancarai dellik.id di ruangan kerjanya usai menggelar HUT ke-6 RSUD Pakuhaji, Rabu (31/1/2024).

 

Tak hanya itu, inovasi lain yang dilakukan Dirut asli Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji ialah dengan menambahkan Bed rawat inap dari 106 menjadi 117, yang mana kata Umie, di RSUD Pakuhaji saat ini sudah memiliki kamar pasien kelas 1 dan kelas VIP dari sebelumnya hanya memiliki kamar kelas 3.

 

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada kelas 1 dan kelas VIP. Tambahan poli konsultasi gizi dan pemeriksaan TCM untuk penderita penyakit TB Paru, serta yang saat ini sedang diproses penggunaan gas liquid,” ujarnya.

Baca Juga: Hut Ke-6 RSUD Pakuhaji Tangerang, Pj Bupati: Buat Masyarakat Senang Dengan Pelayanan

 

Inovasi transformasi kesehatan dalam bidang teknologi yang dipergunakan pihaknya dalam mempercepat koordinasi antar poli yang ada di gedung lama dan gedung baru yakni saat ini sudah tersedianya perangkat keras elektronik telekomunikasi yang berfungsi sebagai pembagi atau pengatur antara bagian internal (extension to extension) dengan eksternal (outgoing dan incoming) atau dalam bahasa telekomunikasi disebut jaringan PABX ‘Private Automatic Branch Exchange’.

 

“Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memajukan rumah sakit yang menjadi kebanggaan masyarakat pantura. Karena memberikan pelayanan yang optimal dan memuaskan bagi masyarakat adalah merupakan salah satu visi misi di rumah sakit pantura ini,” pungkasnya. (Ade Maulana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *