Lanjut baca artikel
Peristiwa

Tim 9 Ki Buyut Jenggot : Pemkot Tangerang Tidak Peduli Keluh Kesah Masyarakat

admin dellik
226
×

Tim 9 Ki Buyut Jenggot : Pemkot Tangerang Tidak Peduli Keluh Kesah Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Tim 9 Ki Buyut Jenggot : Pemkot Tangerang Tidak Peduli Keluh Kesah Masyarakat
Aksi Protes Warga Terkait Rencana Pemkot Tangerang Akan Merelokasi Makam Ki Buyut Jenggot.

KOTA TANGERANG, DELLIK.ID – Ribuan elemen masyarakat mengibarkan 1000 bendera kuning dan puluhan replika pocong di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang sebagai aksi protes atas sikap Pemkot Tangerang yang akan merelokasi makam Ki Buyut Jenggot, Senin (31/10/2022).

 

 

Salah satu kuasa hukum masyarakat Panunggangan Barat dan Tim 9, H. Imam Fachrudin, S.Ag, SH mengatakan bahwa, masyarakat Panunggangan Barat sangat kecewa atas sikap pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat terutama Walikota Tangerang yang sama sekali tidak bersuara dan empati terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat.

 

 

“Saya melihat aksi masyarakat yang dilakukan tadi sungguh merupakan cerminan rakyat yang sangat kecewa atas sikap pemerintah yang lamban dan tidak peduli terhadap keluh kesah masyarakatnya yang menentang tidak ingin ada rencana relokasi makam Ki Buyut Jenggot yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu,” kata Imam dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke dellik.id, Selasa (1/11/2022).

 

Baca Juga: Ribuan Orang Bakal Kelilingi Pemkot Tangerang Membawa Bendera Kuning

 

Imam menambahkan, seharusnya Wali Kota Tangerang ikut mendukung masyarakat dalam mempertahankan makam Ki Buyut Jenggot sebagai upaya menjaga kearifan lokal cagar budaya di Kota Tangerang bukan malah berpihak kepada pengembang yang akan merelokasikannya ke tempat lain.

 

 

“Wali Kota Tangerang sudah tidak peduli kepada masyarakatnya dan dinilai lemah untuk memberikan arahan kepada pengembang,” ujarnya.

 

 

Dikatakan Imam, jika Pemkot Tangerang tetap berdiam diri dan tidak sedikit pun empati terhadap masyarakat, Kedepan masyarakat akan melakukan gugatan terkait izin lingkungan pengembang PT. Villa Permata Cibodas yang akan mendirikan perumahan di wilayah tersebut.

 

 

“Masyarakat tidak akan tinggal diam dan pasti melawan segala bentuk penindasan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Paseba Tangerang Utara.

 

 

Imam berharap, pengembang PT. Villa Permata Cibodas mau berdampingan dengan masyarakat dengan tidak melakukan upaya yang kemudian membuat masyarakat tidak berkenan dengan kehadiran pengembang yang akan melakukan pembangunan di wilayahnya.

 

 

“Pengembang seyogyanya harus berbaur dengan masyarakat memberikan efek harmonisasi bukan malah kehadiran pengembang malah membuat gaduh di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Diberitakan sebelumnya, Ribuan orang yang tergabung dalam berbagai lintas organisasi akan menggeruduk Pusat Pemerintah Kota Tangerang. Mereka akan membentangkan 1000 lebih bendera kuning dan 50 replika pocong sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkot Tangerang.

 

 

Aksi kekecewaan atas putusan Dirjen Kebudayaan yang menetapkan Makam Ki Buyut Jenggot bukan sebagai cagar budaya ini mendapatkan reaksi negatif dari masyarakat.

 

 

Pasalnya, lokasi yang sudah sejak ratusan tahun sudah ada di lokasi ini dianggap memiliki sejarah dan kultur yang kental tentang perjuangan islam di Banten.

 

 

Namun kekecewaan masyarakat mecuat lantaran Pemerintah Kota Tangerang dianggap tidak berpihak pada masyarakatnya. Apalagi belakangan ini masyarakat dikejutkan tentang info relokasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

 

 

“Kalau mereka niat berpihak pada rakyatnya kami tidak perlu penetapan cagar budaya. Cukup dengan menjadikan lokasi tersebut sebagai fasos dan fasum saya rasa itu bukan hal yang sulit jika Pemkot Tangerang memang niat berpihak kepada masyarakatnya,” kata Saiful Basri kepada wartawan.

(rls/Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *