Lanjut baca artikel
Dellik Desa

Usulan Kepala Desa soal BLT dan Dana Operasional Dikawal Apdesi

Ade Maulana
515
×

Usulan Kepala Desa soal BLT dan Dana Operasional Dikawal Apdesi

Sebarkan artikel ini
Usulan Kepala Desa soal BLT dan Dana Operasional di kawal Apdesi
Ketua Apdesi Kabupaten Tangerang (H. Maskota HJS, SE) Bersama Kajari, Sekda dan Pembina Apdesi dalam acara Roadshow beberapa waktu lalu.

KABUPATEN TANGERANG, DELLIK.ID – Silaturrahmi Nasional Kepala Desa (Silatnas desa) tahun 2022 selesai digelar. Tercatat setidaknya ada dua poin utama yang menjadi permintaan Apdesi dan disetuji Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya menjelaskan, pelaksanaan Silatnas adalah bagian yang tak terpisahkan dari gerakan Apdesi selama ini.

”Istora senayan Jakarta adalah tempat menyampaikan pendapat. Murni kehadiran Bapak Presiden Joko Widodo beserta Kabinet Indonesia Maju dan Pejabat Negara adalah undangan. Terima kasih atas apresiasinya,” papar Surta Wijaya dalam keterangannya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut menerima usulan para kepala desa (Kades) saat menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), di Istora Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Subur Maryono yang juga Ketua Apdesi Kecamatan Teluknaga kabupaten Tangerang yang juga Kades Melayu barat, mengatakan, ada sejumlah usulan yang diterima Jokowi. Sejumlah usulan tersebut yang memang sudah pernah disampaikan oleh Apdesi.

“Salah satunya soal bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) pada tahun depan akan dihapus. Jadi porsi untuk membangun kebutuhan sarana dan prasarana infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat bisa lebih besar, program-program yang direncanakan juga akan bisa cepat direalisasikan,” kata Subur (9/4/2022).

Baca juga: Minta Keadilan, Istri Kades Kramatjati Bersurat Ke Mahkamah Agung

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN 2022 terutama yang mengatur tentang pengunaan dana desa disebut bakal direvisi.

“Jadi kewenangan dalam pengelolaan anggaran benar-benar full oleh desa, tidak lagi diatur oleh pusat. Sementara alokasi 20 persen untuk ketahanan pangan dan 8 persen untuk COVID tetap ada, hanya yang 40 persen untuk BLT akan dihapus tahun depan,” ujar pria yang akrab disapa Ketua SE.

Bukan hanya usulan BLT, usulan lainnya yang juga diterima Jokowi adalah dana operasional kepala desa dan prangkat desa yang dianggarkan 3 persen mulai tahun depan, SPJ dana desa dipermudah, gaji kepala desa yang sebelumnya dibayar per triwulan menjadi setiap bulan, dan stempel kepala desa menggunakan lambang garuda sama halnya dengan stempel presiden, gubernur, bupati dan wali kota.

Terpisah, Ketua Apdesi Kabupaten Tangerang H Maskota HJS mengatakan, usulaan-usulan itu tetap harus dikawal meski diterima presiden Jokowi.

“Harus tetap dikawal, terutama teman-teman di DPP Apdesi karena itu kan diterima oleh Pak Jokowi baru secara lisan. Jadi perlu dikawal tuntas sampai benar-benar muncul regulasi yang jelas,” kata kepala Desa Belimbing kecamatan Kosambi ini.

Dihapusnya BLT akan berimbas positif bagi pembangunan infrastruktur di desa. Alokasi 40 persen yang semula untuk bantuan tunai akan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur yang tidak tercover oleh pemerintah daerah.

“Pembangunan infrastruktur bisa lebih cepat kita lakukan, desa akan lebih leluasa untuk sektor itu. Karena dengan amanat 40 persen minimal dana desa untuk BLT akan sulit bagi desa untuk membangun, malah kerap kali BLT justru menimbulkan polemik dan ketidakharmonisan di masyarakat,” pungkasnya. (Ade Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *